Sunday, March 1, 2026
No menu items!
HomeNasionalSBY: Prabowo Baru Menjabat 5 Bulan, Beri Kesempatan untuk Bekerja

SBY: Prabowo Baru Menjabat 5 Bulan, Beri Kesempatan untuk Bekerja

SBY: Beri Kesempatan Prabowo Memimpin, Jangan Terburu-buru Menghakimi

Jakarta – Presiden ke-6 RI, Susilo Bambang Yudhoyono (SBY), meminta masyarakat memberi kesempatan kepada Presiden Prabowo Subianto untuk menjalankan tugasnya dengan baik. Ia juga mengingatkan agar tidak terburu-buru menghakimi Prabowo.

Pernyataan ini disampaikan SBY saat menjawab pertanyaan dari seorang mahasiswa Indonesia yang tengah menempuh studi di Jepang. Pertanyaan tersebut diajukan dalam sesi tanya jawab pada diskusi bedah buku Standing Firm for Indonesia’s Democracy: An Oral History of President Susilo Bambang Yudhoyono di KBRI Tokyo, Jumat (7/3/2025).

Mahasiswa tersebut mengungkapkan kegelisahan terkait maraknya demonstrasi di Indonesia, termasuk aksi Indonesia Gelap yang menjadi sorotan media asing. Ia menanyakan pandangan SBY tentang hal tersebut serta langkah yang akan diambil pemerintah.

“Presiden Prabowo baru menjabat sekitar lima bulan, tidak bisa langsung dinilai dari apa yang terjadi saat ini. Beri kesempatan kepada Presiden kita untuk menjalankan tugasnya. Rakyat tetap bisa menyampaikan pandangannya, itu justru bagus,” ujar SBY.

SBY kemudian berbagi pengalaman saat menjabat selama 10 tahun, di mana ia kerap menerima kritik. Namun, menurutnya, kritik yang konstruktif justru penting agar pemerintah tidak salah langkah.

“Sebesar apa pun kritiknya, selama realistis dan jernih, harus didengar. Jika ada kesalahpahaman tentang kebijakan pemerintah, perlu dijelaskan dengan baik. Dialog adalah ruh demokrasi. Jika komunikasi terputus, pemerintah dan rakyat bisa memiliki pandangan yang berbeda,” katanya.

SBY juga mengungkapkan bahwa ia telah berbicara dengan Presiden Prabowo mengenai pentingnya komunikasi yang efektif antara pemerintah dan rakyat.

“Saya sudah sampaikan kepada Presiden Prabowo bahwa penting untuk meningkatkan komunikasi yang tulus antara Istana dan rakyat, terutama mereka yang menyampaikan kritik. Pak Prabowo mengatakan bahwa pemerintah sedang berupaya meningkatkan kualitas komunikasi,” ungkapnya.

Ia berharap pemerintah dapat menanggapi kritik masyarakat dengan baik serta menjelaskan kebijakan yang diambil secara transparan.

“Pemerintah harus bisa mengolah dan merespons kritik dengan baik. Jika ada kesalahpahaman, jelaskan kebijakan yang sebenarnya. Jika ada masukan yang baik, tentu harus dipertimbangkan. Demokrasi tidak boleh mengalami kebuntuan komunikasi antara rakyat dan pemimpinnya,” jelasnya.

Menurut SBY, pemerintahan yang kehilangan hubungan dengan rakyatnya justru berbahaya. Oleh karena itu, ia berharap mekanisme demokrasi tetap berjalan dengan baik di Indonesia.

“Saya berharap pemerintah terus mendengarkan rakyatnya. Pak Prabowo juga ingin kebijakan yang diambil sesuai dengan harapan masyarakat. Parlemen dan elemen masyarakat lainnya juga harus berperan aktif dalam menjalankan fungsi check and balance agar kebijakan pemerintah tepat sasaran,” pungkasnya.

RELATED ARTICLES

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisment -
Google search engine

Most Popular

Recent Comments

Klik untuk mendengarkan !